Pada akhirnya ruang ini lepas dari makna 'goresan harian™' sendiri. Ini bukan hanya goresan tidak juga harian. Ketika saya membutuhkan tempat, ini menjadi ruang untuk bersuara atau diam, mewarnainya dengan yang ada dalam dada atau diluar dari diri, mungkin lebih banyak tertuang kegelisahan dan berputar pada yang itu-itu saja, menunjukkan betapa jauh diri ini dari kata sempurna, tapi setidak-tidaknya bagi saya ini adalah sebuah catatan kecil tentang perjalanan.


      Jejak-jejak kegelisahan yang menggores hati dan pikiran:
Oktober 2000 | November 2000 | Desember 2000 | Januari 2001 | Februari 2001 | Maret 2001 | April 2001 | Mei 2001 | Juni 2001 | Juli 2001 | September 2001 | Oktober 2001 | November 2001 | Desember 2001 | Januari 2002 | Februari 2002 | Maret 2002 | April 2002 | Mei 2002 | Juni 2002 | Juli 2002 | Agustus 2002 | September 2002 | Oktober 2002 | November 2002 | Desember 2002 | Januari 2003 | Februari 2003 | Maret 2003 | April 2003 | Mei 2003 | Juni 2003 | Juli 2003 | Agustus 2003 | September 2003 | April 2004 | Agustus 2004 | Desember 2004 | Januari 2005 | Februari 2005 | Maret 2005 | Juni 2005 | Juli 2005 | September 2005 | Juli 2006 | November 2006 | Desember 2006 | Januari 2007 | April 2007 | Mei 2007 | Oktober 2007 | Desember 2007 | Januari 2008 | Februari 2008 | Maret 2008 | April 2008 | September 2008 | Juli 2009 |

Gurindzam Doa | Gurindzam Teman | Gurindzam Secara | Skripsi Saya | akal hanyalah makhluk, tidak perlu dipertuhankan, ... | kaki tangan | Berhati-hatilah! | istri saya adalah yang terbaik | rajam | FITNA Fitnah! |


zamdesignMoch. Zamroni, S.S. (zaM), laki-laki umur 27 tahun, seorang suami dan seorang ayah, sejak September 2006 menjadi alumni Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang (UM), saat ini bekerja sebagai web & graphic designer pada salah satu Internet Provider di Malang. Mulai menulis di internet sejak Februari 2000, dan goresan harian™ lahir sejak Oktober 2000.
baca selengkapnya...

kontak:
YM!: sejedewe
pakzam[at]gmail[dot]com





pembaca










30.10.02
: lumpur kini yang menempel di setiap indera di setiap auramu kering yang selalu gelisah keringat yang selalu resah kau hampir saja tenggelam mungkin sudah separuh badan separuh hati separuh pikiran setiap tindak mu hitam jauh dari cahya setiap otakmu menjijikkan jauh dari suci terdiam adalah kebodohan tapi kau terlalu enggan mencoba jangankan berlari melangkah saja kau tak juga lakukan setan-setan kecil dan besar selalu tertawa mengelilingi dirimu dan menunggumu di neraka agar kau rasakan panas api itu merah bara itu agar kau ketakutan dalam gelap alam kubur bersama ular dan segala belatung tanpa teman sunyi dan sesekali orang-orang bermuka seram menghampirimu dan mendakwa kakimu tertekuk tanpa tali energimu lenyap terserap gravitasi dan mulailah cambuk menghantam dadamu menghantam mukamu ayo pergilah sekarang sebelum kain putih membungkusmu peganglah tali-tali terserabut itu meski sakit tanganmu genggam saja dan ikuti jalannya meski itu gelap gunakan mata hatimu meski itu penuh luka dan duri akrabkan dirimu dengan sakit lorong dan jalan itu menuju ke nirwana ajaklah ayah ibumu ajaklah kakek nenekmu ajaklah istrimu ajaklah anakmu ajaklah saudara-saudaramu ajaklah kawan-kawanmu dan ajaklah musuhmu ...
zaM © 20:36


: dan kau pertemukan aku dalam sebuah benturan-benturan kecil dan sentuhan-sentuhan halus deras di titik ini di persimpangan ini dengan segala garis yang kau pilih lantas apalagi yang harus aku ucap selain "terima kasih"
zaM © 20:24

29.10.02
: YAMARAJA…JARAMAYA YAMARANI…NIRAMAYA YASILAPA…PALASIYA YAMIRODA…DAROMIYA YAMIDOSA…SADOMIYA YADAYUDA…DAYUDAYA YACIYACA…CAYASIYA YASIHAMA…MAHASIYA (sebuah mantra jawa)
zaM © 18:37

26.10.02
: jakarta - medan - surabaya mana ada keheningan disana ?
zaM © 12:58

25.10.02
: Amenangi jaman edan ewuh aya ing pambudi melu edan ora tahan yen tan melu anglakoni boya kaduman melik kaliren wekasanipun Ndilallah karsa Allah Sakbeja-bejane kang lali luwih beja kang eling lawan waspada (Ronggowarsito)
zaM © 04:28

22.10.02
: ketika cinta itu ada dan hadir menjadi nyata mungkin kau takkan lagi menulis tentang cinta namun yang kau tulis adalah betapa berartinya dirinya dirinya dirinya untukmu setiap detakmu
zaM © 16:23


: toeng toeng toeng diriku menggelinding dari atas gunung ke lembah melalui dataran miring penuh rumput diriku dibawa berputar oleh gravitasi aku ikuti saja aku diam saja alam adalah sahabatku aku kehilangan kendali biar alam yang mengendalikanku bukan gairah atau nafsu yang membara bergejolak tak kubiarkan mengontrolku hanya akan menimbulkan sperma dimana-mana biarkan aku menggelinding sampai aku terjatuh mengenai batu-batu atau tenggelam dalam danau tercebur lantas mengalir menuju sungai deras atau tenang mengalir terus mengalir dingin atau tidak berjalan terus berjalan lurus atau berliku aku menuju lautan aku menuju dirimu kekasihku aku menuju dirimu tuhanku
zaM © 15:50

19.10.02
: mungkin memang benar bahwa Tuhan kadang jual mahal memberi kita kenikmatan - kenikmatan namun bila melakukan, dosa kita dapatkan agar dia tau agar kita tau agar semua tau seberapa besar cinta kita padanya
zaM © 08:42

11.10.02
: dan bagaimana kabarmu ?
zaM © 21:49