Senin, 11 Maret 2002

Kau yang menemukan ketika diri kehilangan Kau yang menjawab ketika kami bertanya Terima kasih Tuhan dan maafkanlah saya untuk hari ini tapi aku cukup tau kau maha mengerti

Sabtu, 09 Maret 2002

sedang kau masih mulai belajar untuk memecah ombak dan kapan aku mulai beranjak karena hidup tak bisa dalam otak
kebisingan ada dimana-mana tapi banyak yang tak mendengarnya meski suaranya sudah menempel di daun telinganya malah yang terdengar hanyalah keheningan dan kesunyian ... wahai bukankah hidup bukan hanya ketenangan
bayang pohon-pohon yang tinggi itu entah berumur berapa kita lihat dengan diam dan berpegangan tangan berpelukan kita hening sementara langit semakin jingga dan yang tampak diantara kita hanya gelap bayang-bayang pohon sisa-sisa sinar mentari yang beranjak pergi dan kehangatan kita masih ada di hutan belantara tapi bukan tersesat besok kita bermain di danau jangan sampai terlambat kita akan melihat matahari datang kembali dari sana tersenyum kepada kita
ternyata kita mencintai senja

Jumat, 08 Maret 2002

keberadaan, ketidakberadaan, keteraturan. ketidakteraturan, kekayaan, kemiskinan, melingkar-lingkar tak karuan menggumpal pada dada hitam dan putih

Kamis, 07 Maret 2002

belajar melihat dan memahami karena kita mengerti tapi mereka tak mengerti kita mengerti dan mereka mengerti kita tak mengerti dan mereka mengerti kita tak mengerti dan mereka tak mengerti
batasan-batasan melingkar-lingkar merubung jiwa merubung sukma membatasi gerak kita membatasi mata kita karena otak kita tak pernah membesar memenuhi ruang dan langkah kita tak sebesar langkah hewan-hewan raksasa setidaknya kita harus bergerak dan beranjak memecah keheningan melepas jeratan-jeratan yang begitu banyak melingkar diluar tubuh-tubuh kita hingga suatu ketika bisa meski kita akan selalu dalam sebuah keterbatasan
biarkanlah kita bernafas sebentar aku sudah telanjang
hei kenapa kau melihat mereka yang bahagia dengan mata tajam penuh kecurigaan bukankah kau sudah mendapatkan kebahagian seperti yang mereka rasakan kau punya apa yang mereka punya biarkanlah mereka jalan berdua saling mengikatkan kehangatan diantara jiwanya oh ataukah kau telah kehilangan kehangatan dengan dirimu sendiri dan seorang lain lagi yang kau pilih ...
kompor dan api yang menyala dari atasnya piring piring sudah kau cuci sisa makan malam kita kemarin dan pagi kau menggoreng lagi satu telur dengan mentega kita makan berdua
tak terduga datang selalu tak pernah terduga kau kira itu mudah ternyata membutuhkan waktu lebih lama