Selasa, 18 Juni 2002

awan masih mendung gelap gelap benar benar gelap hanya angin dan pasir yang berterbangan menemani kekosongan sebuah penantian sebuah pengharapan orang-orang berkumpul di sebuah tanah lapang.......dan kemudian dari orang-orang yang berkumpul itu muncul pertanyaan dengan suara yang parau "Tuhan, bolehkah aku selalu menyalahkanmu ? karena hanya kamu yang maha mengatur atas segala sesuatu dan hanya kamu yang menentukan nasib setiap makhlukmu, jika kami sudah terlanjur melakukan kesalahan itu dan akibatnya sampai seperti hari ini, bukankah itu tak lepas dari segala kekuasaanmu, mengapa kau melemahkan jiwa kami hingga kami melanggar larangan-laranganmu ?"
demikianlah kita membesar dan semakin membesar diperut ibu melipat tubuh kita sampai sesak untuk bergerak kemudian lahirlah kita sebagai manusia

Senin, 17 Juni 2002

kemudian dia berkata "aku tau saat ini bahwa kau benar-benar mencintai aku boleh kukatakan cintamu kepadaku nomer dua setelah cintanya Tuhan kepadaku cintamu kepadaku melebihi cinta ibuku dan bapakku padaku, lantas apa yang aku cemaskan, lantas apa yang aku resahkan ?"
apa lagi yang kau ingat ? " kita pernah bercanda dengan sekeluarga jin di bawah pohon beringin "
lantas mengapa kau bertanya tentang kematian ?
mengapa kini ada keganjilan pada sebuah keseimbangan

Sabtu, 15 Juni 2002

lembaran-lembaran masa silam yang tak pernah terjamah datang berbondong-bondong mengetuk-ngetuk kepalaku memaksa mataku, telingaku perasaanku untuk menangkap apa yang telah lama tak terungkap nuansa-nuansa asing di jiwa sendiri aku melayang tak tersadarkan ... merasa asing pada setiap apa yang telah aku lewati

Rabu, 12 Juni 2002

maka Tuhan akan selalu ada
maka biarkan udara menyapamu menghangatkan bagian-bagian darimu yang telah membeku kaku ah kenapa kita begitu rapuh ?
namun tak ada air mata keheningan yang menjadi jawaban jiwa yang menggigil dan keringat mengalir kau hening aku hening

Selasa, 04 Juni 2002

semua ini tak akan terjadi seandainya kami tidak dalam keadaan terjepit seandainya perut kami berhenti meilit seandainya semua organ tubuh berhenti menjerit kami hanya mencari apa yang kami butuhkan yang belum juga kami pegang dan selalu kau buang-buang ...
endapan-endapan pada akhirnya memang mengendap hadir ketika kejenuhan-kejenuhan bertemu menjadi satu bercanda dan saling berjabat tangan kemudian melingkar menari-nari diatas kepala kita ketika kita duduk diam seharian dan membungkuk dan sesaklah nafas dari tubuh ke udara maka sesuatu dari belakang terus saja menarik pada dirinya dan siapakah bayangan putih yang sedari tadi menunggu di luar jendela roh siapa ?