Pada akhirnya ruang ini lepas dari makna 'goresan harian' sendiri. Ini bukan hanya goresan tidak juga harian. Ketika saya membutuhkan tempat, ini menjadi ruang untuk bersuara atau diam, mewarnainya dengan yang ada dalam dada atau diluar dari diri, mungkin lebih banyak tertuang kegelisahan dan berputar pada yang itu-itu saja, menunjukkan betapa jauh diri ini dari kata sempurna, tapi setidak-tidaknya bagi saya ini adalah sebuah catatan kecil tentang perjalanan.
Jumat, 10 Desember 2004
halo apakabar
apa kabar, sudah lama sekali aku tidak membuka halaman ini, lama sekali. menyentuh keyboard untuk menulis disini, mengupload kemudian membacanya dan sedikit menghilangkan resah didada, dan memang ruang ini mungkin tak pernah sempurna seperti juga ejaan-ejaanku yang sangat sering salah. piufhh... apa kabar teman-temanku diluar sana yang waktu-waktu itu sering berkunjung di tempatku ... disini sekarang begitu sepi ...tetapi aku akan berusaha meramaikannya lagi, yah apa kabar diriku, pikiran dan kegelisahan-kegelisahanku!
terus terang saja
sebaiknya kita berterus terang saja, semua yang ada di berita itu bukan nyata adanya, kenapa kita saling menutupi dan saling pura-pura tak mengerti, kemudian kita membuat pertanyaan-pertanyaan sendiri yang semakin membingungkan orang-orang yang lebih tidak mengerti, yah sebaiknya kita berterus terang saja bahwa memang diatas sana itu ada konspirasi ada sebuah permainan ada tirani baru yang akan berkembang demi stabilitas negara demi keamanan demi ketentraman bangsa begitu kata beliau ketika masih belum menjadi pilihan yah tetapi wajah kita telah berubah dan kita tidak perlu lagi bertopeng-topeng segala buka saja buka saja bahwa kita itu punya sisi kejam dan keji!
Senin, 02 Agustus 2004
saya sendiri tidak mengerti
ah kematian yang begitu lama,... tetapi hidup lagi tanpa memberi sesuatu yang baru terus terang membuat saya malu, saya sendiri tidak mengerti masih ada beberapa teman yang bilang rindu akan "tulisan" saya, padahal saya hampir-hampir tak menganggap itu berisi, hanya luapan-luapan yang muntah saja, beberapa waktu terakhir saya semakin menyadari bahwa saya ini penuh dengan "kekurangan", saya membutuhkan segala sesutau, energi, pikiran, sikap, perilaku untuk merubah diri saya dan dunia saya demi orang-orang di luar saya, ... perlahan-lahan akhirnya saya membunuh eksistensi, barangkali saya hampir berhasil, dan inilah langkah awal dari "berbenah" ... saya terpukul juga dengan stiker yang menempel di meja belajar, kamar kost baru saya bersama istri, stiker itu tertulis "tiada kemajuan tanpa mambaca" .... yah yah yah ... saya belum banyak membaca
Selasa, 27 April 2004
Rabu, 10 September 2003
ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH segala keindahan ada pada-Nya ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH segala kenyataan kesejatian berasal dari-Nya ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH segala kebenaran memancar dari cahaya-Nya ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH yang maha baik hati-Nya yang maha luas kuasa-Nya ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH menerangi segala kegelapan dan membuatnya kembali seperti siang dan malam agar semuanya terus bergerak dan berjalan ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH ALLAH kepada-Nya segalanya akan kembali
Jumat, 05 September 2003
tetapi alam punya hukum sendiri ia berhak menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang sementara manusia membeli hukum dengan uang membeli penjara dengan uang membeli pengadilan dengan uang mengkuhum manusia lainnya dengan uang kebenaran-kebenaran bermandikan uang adalah kebenaran yang berdiri diatas penindasan maka tunggu saja alam akan membalas semua siapa yang menanam luka akan menuai luka siap ayang menanam darah akan menuai darah !
Kamis, 04 September 2003
benda telah menjadi berhala menjadi tuhan yang sebenarnya bukanlah tuhan kenikmatan yang diberikan tetaplah benda sedang segala kegaiban semakin terkubur ada yang menyetuhnya dan mencarinya di ujung disana tetapi mereka begitu memaksa mencangkul dengan makian dan teriakan teriakan bodohnya seluruh umat manusia mendengarkan ikut menyanyikan mengidolakan manusia-manusia yang tak tahu sendiri tentang manusia
Langganan:
Postingan (Atom)