Pada akhirnya ruang ini lepas dari makna 'goresan harian' sendiri. Ini bukan hanya goresan tidak juga harian. Ketika saya membutuhkan tempat, ini menjadi ruang untuk bersuara atau diam, mewarnainya dengan yang ada dalam dada atau diluar dari diri, mungkin lebih banyak tertuang kegelisahan dan berputar pada yang itu-itu saja, menunjukkan betapa jauh diri ini dari kata sempurna, tapi setidak-tidaknya bagi saya ini adalah sebuah catatan kecil tentang perjalanan.
Selasa, 28 Januari 2003
ia baca coretan di tembok "sungguh aku ingin menusuk kedua mataku dengan garpu agar tak ada kegelisahan untuk menuruti mata yang liar melototi pantat payudara dan kemaluan perempuan" entah siapa yang menulisnya barangkali dirinya sendiri