Sabtu, 06 Januari 2001

dia lebih gila dari aku aku kagum pada dirinya dia kagum pada diriku dia mungkin lama mengenalku dan malam ini aku baru mengenalnya aku lihat dalam dirinya ada diriku dan kadang dia lihat dirinya dalam diriku .... kata-kata ku yang dulu jadi nyata ? gila ? > begitu cepat begitu terasa > kukira cinta tak pernah bangun > hanya tidur abadi > dalam hati dan dalam jiwa > engkau dan aku > satu... > 20.10.2k@daw yah pagi pasti tiba dia datang bersama bisikan-bisikan suara dan mengganti malam yang penuh kelam suatu ketika tidur harus diakhiri hati dan jiwa harus dibangunkan karena aku dan kau satu tak hanya dalam tidur tapi dalam setiap warna dan suasana waktu itu aku belum mengenalnya
"Pandanglah dunia dengan hati penuh cinta agar semuanya terlihat indah Jangan pandang dunia dengan hati penuh benci karena yang nampak menimbulkan dendam dan dengki" pak guru bilang itu kata2 orang bijak, tapi menurutku yah nggak selalu baik sih, yah apapun yang dilihat dengan hati penuh cinta memang akan nampak keindahan, tapi kalo selalu begitu malah bisa jadi yang sebenarnya jelek jadi kelihatan indah, bukannya ini malah mengurangi sebuah nilai objektifitas, dan ini yang sering menyebabkan kalo orang jatuh cinta hampir2 nggak bisa melihat kesalahan kekasihnya, sangking cintanya, semua dan apapun yang ada dan dilakukan kekasihnya akan nampak indah, meskipun itu hal yang buruk dan salah. sebaliknya ini juga sebab bagi orang yang punya musuh dimana melihat musuhnya dengan hati penuh benci maka semua yang ada dan dilakukan musuhnya terlihat buruk, meskipun ada sesuatu yang sebenarnya indah disana, yah intinya aku pikir tulisan semacam itu, kurang bagus, karena mengurangi sebuah nilai objektif, yah sebaiknya kita berusalah agar apa yang kita nilai itu benar2 objektif, dan bersikap sewajarnya....
kebanyakan bahan untuk diungkapkan malah bingung gimana mengungkapkan... yah kita ungkapkan saja satu persatu, mulai dari yang kita ingat dulu...

Kamis, 04 Januari 2001

najis - dosa - kotor
menunda nunda ditunda tunda tertunda tunda menunda nunda dan tertunda tertunda menunda

Rabu, 03 Januari 2001

sebuah ruang, keindahan, dialog dan percakapan, tentang seorang teman, yang sakit, yang luka, dan harapan yang terus saja menggantung-nggantung, terhempaskan, jangan hentikan, biarkan semua berjalan, jiwa yang inginkan sentuhan, mengapa selalu datang ragu, mengapa gemetar, jiwa tak siap hadapi sesuatu ?, ah jiwa lagi, diam, jadi ingat kata-kata mbak nuri, kira2 kayak gini "hidup mudah dengan menutup mata" makasih kata-katanya mbak, makasih radiohead
ingin saja ungkapkan yah mungkin sebuah rutinitas yang selalu ciptakan kebosanan tentang rangkaian perjalanan selamat jalan
good bye
tak pernah harapkan kesempurnaan karena tak ada sesuatu yang sempurna hanya inginkan kasih dan kesucian hati

Selasa, 02 Januari 2001

Mungkin di sekitar situ ada beberapa penyakit yang masuk dalm tubuhku lewat pori-pori kulit
redup padahal semua sudah menyala, mendung masih terlalu siang, ada suhu tinggi masuk dalam raga, demam terasa terutama pada daerah2 lekuk seperti leher, siku-siku tangan, dan siku-siku kaki, tak ketinggalan juga pusing menyerang terutama pada kepala bagian belakang, ini salah satu gejala penyakit apa a dok ?
nikmatnya sehat benar2 kita sadari ketika kita sedang sakit berartinya seorang teman benar2 kita sadari ketika kita kehilangan seorang teman