Jumat, 05 September 2003

tetapi alam punya hukum sendiri ia berhak menentukan siapa yang kalah dan siapa yang menang sementara manusia membeli hukum dengan uang membeli penjara dengan uang membeli pengadilan dengan uang mengkuhum manusia lainnya dengan uang kebenaran-kebenaran bermandikan uang adalah kebenaran yang berdiri diatas penindasan maka tunggu saja alam akan membalas semua siapa yang menanam luka akan menuai luka siap ayang menanam darah akan menuai darah !

Kamis, 04 September 2003

benda telah menjadi berhala menjadi tuhan yang sebenarnya bukanlah tuhan kenikmatan yang diberikan tetaplah benda sedang segala kegaiban semakin terkubur ada yang menyetuhnya dan mencarinya di ujung disana tetapi mereka begitu memaksa mencangkul dengan makian dan teriakan teriakan bodohnya seluruh umat manusia mendengarkan ikut menyanyikan mengidolakan manusia-manusia yang tak tahu sendiri tentang manusia
bohong atau tidak nyata atau tidak kebenaran tetaplah kebenaran meski kau ada-ada semua akan tersingkap merah tetaplah merah cayaha tetaplah cahaya

Rabu, 03 September 2003

perubahan pergerakan pergantian revolusi sebuah kepribadian adalah perjuangan yang paling sederhana sebelum perjuangan-perjuangan lain dalam perjalanan kehidupan ini
tak ada yang pasti selain kematian !

Selasa, 02 September 2003

tarian akar tarian rerumputan dibalut selendang transparan dan nyanyian-nyanyian orang-orang resah menyimpan segala kepahitan dalam dirinya beberapa dari mereka telah telanjang sendiri melepas kepenatan kemudian terhempaskan oleh angin oleh air oleh udara namun sebenarnya merekalah orang-orang yang putus asa
ular dan rumput yang menyatu dalam belukar yang salah dan yang benar terus menerus menjalar dari siapa bagi siapa semua manusia kehidupan tak cukup di gambarkan dengan dua sisi yang selalu ada orang-orang bodoh telah membenamkan kepala nya dalam kubangan lumpur yang menyerap seluruh isinya orang-orang dungu telah melemparkan segumpal jantungnya pada kali mati yang tak pernah mengalir lagi membenamkan segala jenis penyakit segala rumah dari bakteri dan segala air mata yang juga telah mati
dan dirimu adalah bunga-bunga kapas yang jatuh seperti kupu-kupu
air mata telah sekian kalinya mengalir melalui bola mata dari jiwa yang rapuh yang perkasa itu

Senin, 01 September 2003

mengapa kita berada pada posisi ini begitu nyata dan besar dashyatnya segala sebab dan akibat dari segala yang terjadi dari segala pilihan pilihan dari segala yang nyata dan semakin nyata tuhan berilah kami kesabaran
sementara itu aku lihat bayang-bayang wajahmu di hamparan sawah yang tersapu udara atau ilalang tua yang juga tersapu udara
ada yang hilang dari semua yang pernah kami harapkan