Pada akhirnya ruang ini lepas dari makna 'goresan harian' sendiri. Ini bukan hanya goresan tidak juga harian. Ketika saya membutuhkan tempat, ini menjadi ruang untuk bersuara atau diam, mewarnainya dengan yang ada dalam dada atau diluar dari diri, mungkin lebih banyak tertuang kegelisahan dan berputar pada yang itu-itu saja, menunjukkan betapa jauh diri ini dari kata sempurna, tapi setidak-tidaknya bagi saya ini adalah sebuah catatan kecil tentang perjalanan.
Rabu, 18 Juni 2003
apalah berartinya waktu tak ada semua kesunyian merayap semakin mendekat lantas memeluk hatinya erat-erat tak ada yang dashyat tak ada yang hangat ia biasa menjalani detik demi detik bersamanya siang dan malam tapi mengapa ruang selalu memisahkan apa apa artinya ruang merepa berpisah beberapa hari saja tapi seperti hilang ingatan mengapa perasaan bersama begitu besar melekat pada mereka ketika semua terjadi mereka sama sama berdiam diri di jendela yang terbuka menjelang tengah malam menjelang tidur juga bersandaran di kasur menatap langit-langit di kamar yang berbeda di ruang yang berbeda di hampanya udara yang berbeda di kota yang berbeda ah semua seperti garis yang terus menjalar lorong-lorong kosong meski gelap meski terang mereka tak bisa sendirian yah tuhan mereka tak ingin kehilangan satu diantaranya berilah kematian yang menyenangkan untuk mereka bersama jangan biarkan mereka kesepian dan temukanlah mereka di surga bersama ayah ibu adik-adiknya dan bersama suami istri dan anak-anaknya amin ... amin ... amin
Sabtu, 14 Juni 2003
itu yang telah lama tak tersentuh kau tinggalkan aku di pintu belakang terdiam menatapmu lampu lampu yang masih berserakan layar telah digelar didinding-dinding pertunjukkan jendela yang semalam kosong membuka pada rumput ilalang dan pohonan embun itu cahaya mentari itu kau masih berlatih dengan seorang penari perempuan sendirian dengan musik dan gerakan kenapa kau tak lagi hangat terhadapku - {tentang seorang perempuan di pintu belakang}
Selasa, 10 Juni 2003
mengapa orang-orang kasihan pada dirinya
kabarnya dia tiap hari dimarahi istrinya
dari pagi siang sore hingga petang
tetapi ia tak pernah melawan hanya diam saja
karena ia tau kalau istrinya sangat mencintainya
bahkan cintanya pada istrinya tak ada apa-apanya
dibandingkan dengan cinta istrinya pada dirinya
ia selalu tau seberapa besar rindunya istri
jika tak bertemu dengan dirinya satu hari saja
jangankan satu hari setengah haripun satu jam pun
yah betapa khawatirnya istrinya pada dirinya
yah karena ia tau itu mengapa ia mesti melawan
jika tiap istrinya marah sebab ia tau yah tau
bahwa semua itu karena cinta cinta yang besar
cinta yang dashyat yang bergetar dan berdebar
dan memang istrinya adalah seorang pemarah
mengapa ia tak menyerahkan dirinya saja
sebagai media untuk tempat segala luapan marah
seperti kanvas yang selalu kosong
dan siap digoreskan warna menjadi lukisan
seperti panggung yang selalu kosong
dan siap diisi sebuah pertunjukkan drama
yah ia tau itu istrinya sangat mencintainya
karena itu setiap ia selesai dimarahi istrinya
ia selalu mencium istrinya pipinya bibirnya
seperti yang ia lakukan setiap hari
setiap bangun atau berangkat tidur di rumah
juga setiap ia mau berangkat bekerja
Kamis, 05 Juni 2003
ada apa tidak ada apa apa apa ada tidak sama sekali tidak hanya sampah atau sampah seperti bahasa kita lantas mengapa bagaimana tidak jika setiap kali mencoba yang keluar selalu tanda tanya dan tanda tanya yang datang karena gelisah untuk menjawab gelisah untuk mengentikan gelisah siapa siapa tidak lain hanyalah dirinya mengapa mengapa pegang saja tangannya mengapa ia tak juga punya jangan ikuti dia jangan ikuti ajarkan itu pada ibunya untuk anaknya pada nenek dan kakeknya untuk cucunya
Kamis, 29 Mei 2003
aku baru saja menemui tuhan di pintu depan sebelum aku masuk dan mengunci pintu sebab beliau menyarankan aku untuk selalu waspada situasi sekarang ini begitu absurt antara merah dan hitam juga biru dan hijau tapi aku sendiri belum mengerti apa yang ia maksudkan ah entahlah mengapa beliau begitu baik mau manemui aku yang masih bodoh dan belum mengerti ini
Kamis, 22 Mei 2003
Sabtu, 10 Mei 2003
Jumat, 09 Mei 2003
Selasa, 06 Mei 2003
Kamis, 01 Mei 2003
suara suara pada suatu hari itu masuk ke telinga kemudian berhenti di kepala kemudian tak ada yang terdengar selain suara-suara itu yang bertumpuk berulang tak berurutan bukan nada nada tapi kebisingan suara dari segala manusia yang gelisah suara suara palsu yang sungguh menjemuhkan telinga ini sepertinya dipaksa-paksanya meski aku sudah menutup dengan kedua tanganku tapi suara suara memukulkan paku dan batu hingga berlubang tanganku dan berdarah darah hei kenapa kau menghampiriku aku hampir saja terjatuh jangan kau goyang goyang tanganmu jangan keraskan teriakanmu aku tau kau membutuhkan semua itu tetapi diamlah coba diam diam kataku atau kutampar kau dengan kayu !
Langganan:
Postingan (Atom)