Pada akhirnya ruang ini lepas dari makna 'goresan harian' sendiri. Ini bukan hanya goresan tidak juga harian. Ketika saya membutuhkan tempat, ini menjadi ruang untuk bersuara atau diam, mewarnainya dengan yang ada dalam dada atau diluar dari diri, mungkin lebih banyak tertuang kegelisahan dan berputar pada yang itu-itu saja, menunjukkan betapa jauh diri ini dari kata sempurna, tapi setidak-tidaknya bagi saya ini adalah sebuah catatan kecil tentang perjalanan.
Senin, 13 Mei 2002
Sabtu, 11 Mei 2002
Senin, 06 Mei 2002
Sabtu, 04 Mei 2002
membandingkan antara barat dan timur adalah membandingkan maghrib dengan subuh dengan segala rasa dan segala suasana senja merasuk dalam tiap-tiap jiwa mewarnai langsung kedalam dengan warna jingga seperti mega orang-orang pulang bekerja, lalu lintas bergerak menuju rumah, dengan sisa keringat pada tiap-tiap tubuh, amat ramai tapi sunyi, amat bising tapi hening, dan sebagian besar masih tertidur sewaktu subuh, hanya hewan-hewan yang lebih memaknai hari yang terbangun dan bernyanyi, dan manusia-manusia malam mulai melakukan tidurnya, pelacur selesai melayani tamu terakhirnya di sebuah kamar hotel dengan seprei terurai, jika kini matahai telah terbit dari barat, kelak matahari akan kembali terbit dari timur dan segalanya akan hancur
Jumat, 03 Mei 2002
wahai peradaban barat mengalir saja kau ke timur makan semua yang ada di timur ludahi semuanya dengan peradabanmu atau biarkan saja yang timur berkiblat ke arahmu sampai semua yang utuh berasal darimu bergerak darimu kearahku sampai tak ada lagi suara dari timur tapi darimu sampai timur benar-benar binasa, dan tinggal tunggu saja kelak kau yang binasa diinjak orang-orang timur sebentar lagi ...
"Bukan shalat jika tidak disertai khusyuk, bukan puasa jika masih berkata-kata kotor, tak bernilai apa-apa membaca al-Qur'an jika tidak merenungkan maknanya, tak ada gunanya ilmu yang tidak melahirkan sifat wara (terpelihara dari keharaman), tak ada artinya banyak harta jika tidak disertai kemurahan, tak ada artinya persaudaraan tanpa kesetiakawanan, tak ada artinya sebuah anugerah yang tidak abadi dan tak ada nilainya sebuah doa tanpa ketulusan hati" Ali bin Abi Thalib
Langganan:
Postingan (Atom)