Sabtu, 09 November 2002

siang menjadi buruh bangunan dan malam menjadi tukang becak apa kabar pak kami merindukan anda membacakan cerpen di depan ratusan mahasiswa
tiba-tiba cahaya itu hilang semua yang ada menjadi tak berarti apa-apa

Jumat, 08 November 2002

diantara mata dan tanda hati entah itu sebuah ruang kau kita ciptakan ada sudut kadang menghilang menjadi lingkaran kehangatan menjadi hampa menjadi panas membara atau menghangat kembali kita yang menciptakan mereka yang menciptakan kita hanya merasakan kita yang menciptakan tidak meraka tidak kita tidak kita tidak me re ka tidak KITA TI DAK kita merasakan ... sebab untuk mempertemukan diriku dan dirimu hanya dibutuhkan sebuah garis diagonal

Kamis, 07 November 2002

kelak lebih banyak yang antri dalam pembakaran, astaghfirulloh !
marilah kita bersulang duabotol bir besar yang penuh buih-buih pengusir udara di perut di dada lewat mulut juga kentut kita rayakan kebebasan ini dalam gelap gelap malam merambat kau perempuan dan aku laki-laki kenapa kita lakukan lagi bagaimana kalau kita hanya berdiam dan bersentuhan tanpa gesekan :mereka terbuang dan membuang dalam becek dalam selokan :ah kawanku kau masih saja disitu :kebebasan itu semu :kenyataan itu lebih banyak pudar namun kemudian tajam ... yah dunia ini terlalu banyak asap dunia ini terlalu banyak kabut tapi bukan dari pembakaran oksigen melainkan nitrogen juga karbon bukan melegakan nafas kita tapi menyesakkan ..duhai kesadaran kenapa kau selalu menerjemahkan ini semua adalah kenikmatan ...dan kebebasan ..mereka kian terasing ..dalam gelapnya dunia dalam ketidakberadaan keberadaan ..mengalir itu penuh dengan bayaha ...ah lelaki dan perempuan
suatu ketika ia ingin membuat cerita agar tak sekedar berkata-kata
seandainya batas itu tak ada sudah lama aku ingin menyetubuhimu barangkali kau juga demikian ingin menyetubuhiku namun itu salah berfikir demikian juga salah sebenarnya bukan batas atau bisa juga disebut batas tapi itu tidaklah datang dari luar tak ada apapun yang mengancam kedalam maka setiap tindakan menimbulkan tindakan setubuhilah semua perempuan mana yang kau suka dan tunggulah titik titik putih diantara hitam yang semakin buram tak ada apa apa yang kau dapatkan hanya ejakulasi beberapa kali kemudian lemas terkapar demikian berulang kali tak ada kesejatian toh itu sendiri berbatas dan sekali lagi bukan batas tak ada ancaman dari luar semua hanyalah hukum alam
di sebuah gereja ia melakukan sebuah pengakuan dosa setelah menyetubuhi 7 perempuan semua di luar nikah

Rabu, 06 November 2002

yah rapuh !
menutup mata dengan kain terikat melingkar di kepala lalu bergerak berputar-putar sampai kepeningan itu tiba sampai keseimbangan itu jengah dan perut mual-mual kemudian ia berjalan dan berjalan dengan langkah yang gontai menabrak setiap yang ada dan menabrak jatulah terkapar setelah muntah muntah dan muntah diriku seperti itu tak bisa berbuat apa-apa setengah bunuh diri mengingkari kesadaran beberapa kayu menunggu untuk memukulku beberapa belati menunggu untuk memotong kaki dan tanganku juga mencongkel mataku kalau perlu
pada saat mau melangkah tiba-tiba pertanyaan berjalan diatas kepalanya: lantas dimanakah kau dapatkan kebenaran ? apakah kebenaran ada di mekkah ? karena islam berasal dari sana ? apakah kebenaran ada di yerusalem ? karena kristen berasal dari sana ? ataukah ada di roma ? karena katholik berpusat disana ? ataukah di india ? karena hindu bermula darisana ? ataukah tempat kelahiran budha ? ataukah tempat kelahiran walisongo ? ternyata yang kau cari tidak semuanya ada disana ? bahkan kini masjid dan gereja dan tempat-tempat ibadah banyak menyimpan ketidakbenaran dan lantas dimanakah hamba tuhan ? kemudian ia mencarinya kembali kedalam dirinya ...
dan biarlah aku mengucapkan terimakasih kepada dirimu meski kau bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa hanya saja kau selalu datang menengokku